Dorong Transformasi Digital Pelayanan Korban Kecelakaan, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi dengan Rumah Sakit Seluruh Indonesia
Jakarta, 12 Oktober 2026 – PT Jasa Raharja (Persero) terus memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit di seluruh Indonesia guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Upaya ini dilakukan melalui transformasi digital, percepatan proses penjaminan biaya perawatan, serta penguatan standardisasi medis agar korban memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan berkualitas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Industrial Symposium Jasa Raharja dalam rangka Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) XXII Tahun 2026, yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada Jumat (9/10/2026).
Mengusung tema “Transformasi Digital dan Standardisasi Pelayanan Pasien Kecelakaan melalui Kolaborasi Jasa Raharja dan Rumah Sakit”, kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat sinergi antara Jasa Raharja, PERSI, Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Indonesia (MAKERSI), serta rumah sakit mitra di seluruh Indonesia.
Kepala Divisi Pelayanan Jasa Raharja, Dodi Apriansyah, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan rumah sakit merupakan bagian penting dalam memastikan korban kecelakaan lalu lintas memperoleh pelayanan yang optimal. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan tidak hanya bergantung pada kecepatan administrasi, tetapi juga pada integrasi sistem, kepastian penjaminan, dan penerapan standar medis yang sesuai.
“Jasa Raharja terus mendorong penguatan kolaborasi dengan rumah sakit dan berbagai pemangku kepentingan agar pelayanan kepada korban kecelakaan dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan terintegrasi. Pemanfaatan teknologi digital serta penguatan standardisasi medis menjadi bagian penting untuk mendukung proses pelayanan yang semakin efektif dan berkualitas,” ujar Dodi.
Ia menambahkan, sinergi dengan PERSI, MAKERSI, dan rumah sakit perlu dilakukan secara berkelanjutan agar transformasi digital dan standardisasi medis dapat diterapkan secara efektif dalam pelayanan sehari-hari.
“Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi terus berkembang menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada korban kecelakaan. Dengan dukungan teknologi, koordinasi yang semakin kuat, dan penerapan standar medis, kami ingin memastikan proses pelayanan dan penjaminan berjalan semakin efektif serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja menghadirkan dua narasumber yang membahas penguatan pelayanan dari sisi digitalisasi dan standardisasi medis. Dodi Apriansyah memaparkan materi mengenai transformasi digital melalui JRCare untuk mempercepat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi korban kecelakaan.
JRCare merupakan bagian dari upaya digitalisasi pelayanan yang mendukung efektivitas administrasi dan proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan. Melalui pemanfaatan sistem digital, koordinasi antara Jasa Raharja dan rumah sakit diharapkan semakin efisien sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih cepat dan terintegrasi.
Sementara itu, Ketua MAB-JR, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, Sp.FM, Subsp.EM(K), DFM, S.H., M.Si., menyampaikan materi mengenai penerapan DC-FKMN-JR Tahun 2025/2026 dalam penanganan pasien trauma akibat kecelakaan di rumah sakit.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat standardisasi medis dalam pelayanan korban kecelakaan, sehingga penanganan pasien dapat mengacu pada pedoman yang relevan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Umum PERSI, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG, Subsp.K.Fm, MARS, FISQua. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada Ketua Umum PERSI dan Ketua MAKERSI Pusat sebagai simbol penguatan kolaborasi, pemaparan materi, serta diskusi interaktif bersama narasumber dan peserta.
Industrial Symposium tersebut diselenggarakan secara hybrid, dengan melibatkan perwakilan dari 15 rumah sakit di wilayah Banten yang hadir secara langsung. Peserta lainnya meliputi kepala kantor wilayah, pejabat dan staf pelayanan Jasa Raharja dari seluruh Indonesia, pengurus PERSI dan MAKERSI di berbagai wilayah, serta lebih dari 1.000 perwakilan rumah sakit mitra yang mengikuti kegiatan secara daring.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem pelayanan korban kecelakaan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan penjaminan biaya perawatan, meningkatkan efektivitas administrasi melalui JRCare, serta memperkuat penerapan standardisasi medis DC-FKMN-JR Tahun 2025/2026 demi menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat.

Facebook comments