Hilangkan Sekat, Karutan Dan Jajaran Rutan Manna Shalat Jumat Satu Shaf Bersama Wbp
Manna – Tidak ada sekat antara petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan. Pemandangan penuh makna tersebut terlihat di Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIB Manna pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB, saat Kepala Rutan Manna bersama Pejabat Struktural, Staf Rutan Manna dan WBP melaksanakan Shalat Jumat bersama dalam satu shaf.
Kegiatan Shalat Jumat diawali dengan adzan, dilanjutkan khutbah Jumat yang berisi tentang pentingnya meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan serta menjadikan masa pidana sebagai momentum untuk bertaubat dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Rutan Manna Hannibal, S.Sos., M.Si bersama jajaran tampak membaur tanpa jarak, bahu membahu bersama WBP dalam pelaksanaan Shalat Jumat berjamaah. Hal ini menjadi bentuk nyata kebersamaan dan pendekatan humanis dalam pembinaan kepribadian di bidang keagamaan.
Setelah pelaksanaan Shalat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian dan agar seluruh WBP diberikan kemudahan dalam menjalani pembinaan.
Kepala Rutan Manna Hannibal, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa shalat satu shaf bersama WBP ini merupakan bagian dari Gerak Nyata Pemasyarakatan dalam pembinaan kerohanian.
"Ketika kami shalat satu shaf dengan WBP, kami hilangkan sekat, kami Bergerak Melayani Dengan Hati. Di hadapan Allah kita semua sama. Ini adalah cara kami Bergerak Membenahi Fondasi keimanan WBP, kami Bergerak Membangun Kemampuan Bangsa dari sisi spiritual. Kebersamaan dalam ibadah ini yang akan menciptakan kekeluargaan dan pembinaan yang Hasilnya Dapat Dilihat dan Dirasakan. Kami ingin WBP menjadi lebih tenang, religius dan siap kembali ke masyarakat," tegas Karutan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, mempererat silaturahmi antara petugas dan WBP serta menciptakan suasana religius yang kondusif di lingkungan Rutan.
Dengan shalat satu shaf bersama ini, diharapkan menjadi pengingat bahwa pembinaan terbaik adalah dengan kebersamaan dan keteladanan, sehingga mampu menjadi penguat spiritual bagi seluruh WBP untuk terus memperbaiki diri dan menjadi bekal berharga sebagai insan yang lebih baik, bertaqwa dan bermanfaat saat kembali ke masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, khusyuk, kondusif dan terkendali dengan pengamanan melekat dari petugas pengamanan.

Facebook comments