Antisipasi Kerawanan Gangguan Kamtib, Komandan Jaga Rupam I Troling Intensif Area Brandgang Dan Perketat Pengawasan Blok Hunian Rutan Manna
Manna - Sebagai langkah nyata menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait peningkatan intensitas deteksi dini dan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, Rutan Kelas IIB Manna terus memperkuat pengamanan di titik-titik rawan.
Komandan Jaga Regu Pengamanan I (Rupam I) Rutan Kelas IIB Manna, Dedi Supriadi, S.H., bersama jajaran anggota Rupam I melaksanakan kontrol keliling (troling) intensif di area brandgang yang merupakan titik rawan utama dan memperketat pengawasan di area blok hunian, Selasa (06/10/2026) pukul 09.00 WIB s.d selesai.
Kegiatan troling difokuskan pada dua area vital, yakni area brandgang luar dan dalam serta area blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Di area brandgang, penyisiran dilakukan menyeluruh meliputi sela-sela bangunan, kolong, saluran pembuangan air, sudut-sudut tembok keliling, serta titik-titik blind spot yang berpotensi menjadi celah penyelundupan barang terlarang.
Dalam pelaksanaannya, Dedi Supriadi, S.H., mengerahkan anggotanya dengan pembagian tugas yang jelas. Untuk pengawasan dan sterilisasi area blok hunian, dikerahkan personel Rozi Efwanda dan M.A. Arif Susanto, S.E., yang bertugas melakukan pengecekan tralis kamar, gembok, jumlah penghuni, serta memastikan situasi di dalam blok tetap aman dan kondusif. Sementara Dedi Supriadi, S.H., memimpin langsung penyisiran di area brandgang titik rawan.
Tidak hanya fokus di area brandgang dan blok hunian, untuk garda depan, Komandan Rupam I juga menekankan pentingnya penggeledahan ketat terhadap tamu atau pengunjung. Personel garda depan Penjaga Pintu Utama (P2U), Meggy Sadrin dan Wahyu Fitrah Saryandi, mendapat atensi khusus untuk memperketat penggeledahan.
Beliau mempertegas bahwa penyelundupan benda terlarang acapkali dilakukan melalui modus kunjungan oleh pengunjung, oleh karenanya garda depan P2U harus melakukan penggeledahan ketat dan teliti terhadap setiap tamu dan pengunjung yang masuk ke dalam Rutan.
"P2U adalah garda terdepan pertahanan kita. Saya sudah perintahkan kepada Meggy Sadrin dan Wahyu Fitrah Saryandi untuk geledah secara ketat, teliti dan sesuai SOP setiap pengunjung dan barang bawaan. Penyelundupan barang terlarang acapkali memanfaatkan kunjungan, jangan lengah. Tidak ada toleransi, jika ada yang mencurigakan langsung amankan," tegas Dedi Supriadi, S.H.
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kontrol keliling di area brandgang, pengawasan ketat di blok hunian oleh Rozi Efwanda dan M.A. Arif Susanto, S.E., serta penggeledahan ketat di P2U oleh Meggy Sadrin dan Wahyu Fitrah Saryandi ini merupakan implementasi nyata dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan prinsip Waspada Jangan-Jangan.
"Ini adalah langkah nyata kami dalam menindaklanjuti arahan Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Intensitas kerawanan gangguan kamtib harus kita antisipasi dengan meningkatkan frekuensi troling di area brandgang, memperketat pengawasan di blok hunian, dan memperketat penggeledahan di P2U. Jangan beri celah sedikitpun. Pastikan steril, aman, dan terkendali. Kita komitmen penuh mewujudkan Zero HALINAR di Rutan Manna," tegas Hannibal.
Melalui kegiatan troling intensif dan pengawasan melekat yang tanpa kompromi ini, Rutan Kelas IIB Manna menegaskan sikap tegas tidak ada ruang bagi pelanggaran dan gangguan kamtib. Seluruh jajaran pengamanan dalam posisi siaga penuh, mengunci rapat setiap potensi celah dan memastikan Rutan Manna tetap dalam kondisi steril, aman, terkendali dan Zero HALINAR.

Facebook comments