Skip to main content
x
Kapolresta Batang Pastikan Tanaman Jagung di Tegalsari Wonotunggal Segera Panen Akhir November

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolresta Batang Pastikan Tanaman Jagung di Tegalsari Wonotunggal Segera Panen Akhir November

 

BATANG — Jajaran Polsek Wonotunggal, Polresta Batang, mengecek perkembangan tanaman jagung di Dukuh Tegalsari, Desa Wonotunggal, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).

Pengecekan dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional melalui pendampingan langsung kepada petani.

Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan dilakukan oleh Kapolsek Wonotunggal AKP Zaenal Mutakim bersama sejumlah anggotanya.

Turut hadir Ps Kanit Binmas Aiptu Sugijanto, Bhabinkamtibmas Desa Wonotunggal Aipda May Fitriani, S.H., serta pemilik sekaligus penggarap lahan, Dasari.

Dalam pengecekan tersebut, polisi memantau kondisi tanaman jagung yang ditanam di lahan milik Dasari.

Lahan tersebut memiliki luas sekitar 2.500 meter persegi. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung saat ini berusia sekitar satu setengah bulan.

Jika pertumbuhan tanaman berjalan sesuai perkiraan, jagung tersebut diproyeksikan dapat dipanen pada akhir November 2026.

Kapolsek Wonotunggal AKP Zaenal Mutakim mengatakan, pengecekan lahan merupakan bagian dari pendampingan kepolisian terhadap petani dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan.

"Kami terus mendorong dan mendampingi petani agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik hingga memasuki masa panen," kata Zaenal.

Selain memantau perkembangan tanaman, polisi juga berkoordinasi dengan pemilik lahan mengenai rencana penyerapan hasil panen.

Petani diimbau agar ketika tanaman jagung memasuki masa panen, hasil produksinya dapat dijual kepada Perum Bulog Kabupaten Batang sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurut Zaenal, penyerapan hasil panen menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan. Hasil produksi petani diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi penggarap, tetapi juga dapat mendukung ketersediaan komoditas pangan.

"Kami mengimbau kepada petani agar nantinya hasil panen dapat disalurkan kepada Bulog Kabupaten Batang. Dengan begitu, hasil pertanian masyarakat bisa terserap dan ikut mendukung ketahanan pangan," ujarnya.

Pendampingan terhadap petani tersebut dilakukan hingga tingkat kepolisian sektor. Polisi tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pertanian.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono agar jajaran kepolisian hadir di tengah masyarakat dan membangun sinergi dengan para petani.

Melalui program "Polisi Cinta Petani", jajaran Polresta Batang berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendorong produktivitas pertanian di wilayah hukum Polresta Batang.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan.

Kapolresta Batang menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk kepolisian yang berada langsung di tingkat kecamatan dan desa.

Kehadiran polisi di tengah petani diharapkan dapat memperkuat koordinasi sejak masa tanam hingga panen. Selain itu, komunikasi yang terjalin dapat membantu mengidentifikasi berbagai kebutuhan petani di lapangan.

Sementara itu, lahan jagung milik Dasari di Dukuh Tegalsari masih dalam tahap pertumbuhan. Dengan usia tanaman sekitar satu setengah bulan, petani masih memiliki waktu untuk melakukan perawatan hingga memasuki masa panen yang diperkirakan berlangsung pada akhir November mendatang.

Polsek Wonotunggal akan terus melakukan pemantauan sebagai bagian dari pendampingan program ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan petani, hasil pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari tingkat desa, upaya mendukung ketahanan pangan tersebut diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat produksi pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

Dibaca : 1Klik

Facebook comments