Gelar Operasional Oktober 2026, Kapolres Kepahiang Tekankan Kesiapan Pengamanan Pilkades Serentak dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas
KEPAHIANG – Menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 serta dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Kepahiang menggelar Rapat Gelar Operasional Bulanan di Gedung Command Center Polres Kepahiang, Kamis (8/10/2026).
Rapat dipimpin langsung Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Kepahiang Kompol Sultoni, S.H., M.H. Kegiatan diikuti para pejabat utama Polres Kepahiang, para Kapolsek jajaran, perwira staf, serta para kepala unit (Kanit) di lingkungan Polres Kepahiang.
Gelar operasional tersebut menjadi forum evaluasi pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus sarana menyusun langkah strategis dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas, terutama menjelang tahapan penting Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Kepahiang.
Dalam rapat tersebut, masing-masing satuan fungsi memaparkan analisis dan evaluasi (anev) situasi terkini, meliputi perkembangan bidang politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan negara, hingga data gangguan kamtibmas dan kriminalitas selama Triwulan III Tahun 2026.
Berdasarkan paparan Bagian Operasi (Bagops), jumlah gangguan kamtibmas selama Triwulan III Tahun 2026 tercatat sebanyak 152 kejadian, meningkat 57 kejadian atau 60 persen dibandingkan Triwulan II. Sementara itu, jumlah tindak pidana atau crime total mencapai 110 kasus, naik 45 kasus atau 69 persen dari triwulan sebelumnya.
Data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Polres Kepahiang untuk meningkatkan efektivitas langkah pencegahan, mengoptimalkan patroli, serta memperkuat kehadiran personel di tengah masyarakat.
Kapolres Kepahiang dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan seluruh satuan fungsi dan Polsek jajaran dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Setiap personel diminta memahami kondisi wilayah tugas masing-masing, memetakan kerawanan, serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.
Khusus menghadapi Pilkades Serentak 2026, Kapolres menginstruksikan agar pemetaan kerawanan dilakukan terhadap 37 desa yang akan melaksanakan pemilihan. Langkah tersebut harus diikuti dengan kegiatan sambang, penggalangan, dan cooling system untuk menjaga situasi tetap aman serta mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.
Selain itu, pengamanan juga harus memperhatikan potensi kerawanan pada setiap tahapan pemilihan, termasuk kemungkinan munculnya keberatan terhadap hasil penghitungan suara maupun mobilisasi massa. Netralitas personel kepolisian menjadi perhatian penting agar seluruh proses demokrasi di tingkat desa berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
Kapolres juga menekankan optimalisasi kegiatan Kepolisian Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), patroli pada jam-jam rawan, serta kesiapan sistem pengamanan markas komando (Sispam Mako) sesuai dengan eskalasi situasi. Para operator di masing-masing satuan fungsi turut diminta meningkatkan ketertiban dan akurasi penginputan data operasional.
Melalui rapat gelar operasional ini, Polres Kepahiang berupaya memastikan setiap satuan fungsi bekerja berdasarkan hasil evaluasi, data kerawanan, dan langkah tindak lanjut yang terukur. Sinergi internal kepolisian serta koordinasi dengan pemerintah daerah, penyelenggara pemilihan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Kepahiang.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kesiapan personel, deteksi dini, dan langkah pencegahan harus menjadi prioritas dalam menghadapi dinamika kamtibmas, khususnya menjelang Pilkades Serentak 2026.
Dengan kesiapan tersebut, Polres Kepahiang berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif sehingga seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Facebook comments