Infrastruktur Buruk Hambat Ekonomi UMKM, Jalan Utama Desa Tanah Hitam Bengkulu Utara Telantar
Bengkulu Utara, Dutawarta.id – Kondisi jalan utama menuju objek wisata Curug 9 di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, memicu gelombang kritik dari para pengunjung. Bagaimana tidak, akses sepanjang 3,5 kilometer menuju lokasi wisata tersebut rusak parah; menyerupai sungai kering dan berdebu saat musim kemarau, serta berubah menjadi kubangan kerbau yang menganga ketika musim penghujan tiba.
Padahal, Curug 9 merupakan salah satu destinasi favorit yang kerap dipadati wisatawan lokal maupun luar daerah saat hari libur. Namun, pembiaran infrastruktur ini membuat kenyamanan pengunjung terganggu. Hingga saat ini, belum ada perhatian serius, baik dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Kepala Desa Tanah Hitam, Dedi, mengungkapkan rasa prihatinnya kepada awak media pada Jumat (29/5/2026). Ia menilai lambatnya perbaikan ini menunjukkan rendahnya respons pemerintah daerah terhadap potensi wisata lokal.
"Sangat disayangkan jika tidak segera ditangani. Padahal, kalau akses jalan menuju Curug 9 ini bagus, volume wisatawan pasti meningkat dan otomatis mendongkrak perekonomian para pelaku UMKM di desa kami," ujar Dedi.
Dedi juga berharap pemerintah daerah menyelaraskan kebijakan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni memangkas kegiatan seremonial yang tidak mendesak. Anggaran tersebut sebaiknya dialihkan untuk fokus pada perbaikan infrastruktur jalan yang rusak demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Respons Dinas PUPR Bengkulu Utara
Sementara itu, saat awak media mencoba mengonfirmasi masalah ini ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Utara, Kepala Dinas yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.
Ketika dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Kepala Dinas PUPR hanya memberikan jawaban singkat. "Saya masih di luar, nanti kalau sudah di kantor saya hubungi," tulisnya.
Jalur Vital Masyarakat
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan utama yang rusak ini tidak hanya menjadi akses menuju area wisata semata. Jalur ini merupakan urat nadi bagi masyarakat setempat untuk keluar-masuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan. Selain itu, di sepanjang jalan ini juga berdiri beberapa fasilitas publik penting, mulai dari Kantor Desa, Pusat Pelayanan Kesehatan Pembantu (Pustu), hingga Sekolah Dasar Negeri (SDN) 090 Bengkulu Utara. (Suradi)

Facebook comments