Kapolresta Bengkulu Hadiri FGD Sinergitas Forkopimda Cegah Intoleransi dan Radikalisme
Bengkulu – Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H., menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Forkopimda Bersama Elemen Kelurahan dalam Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme” yang digelar di Ballroom Hotel Two K Azana, Jalan Pangeran Natadirja, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Rabu (7/9/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.30 WIB tersebut menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
FGD tersebut dihadiri Wali Kota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto, S.Sos., Pj. Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, SSTP., M.Si., Kejari Kota Bengkulu Dr. Yeni Puspita, S.H., M.H., Pasiter Kodim 0407/Kota Bengkulu Mayor Cpm Yulizar, perwakilan Pengadilan Negeri Bengkulu T. Oyong, S.H., M.H., Kasatpol PP Kota Bengkulu Dr. Sahat Marulitua Situmorang, S.Sos., M.AP., Kesbangpol Kota Bengkulu Saipul Effendi, S.Sos., para asisten dan staf ahli, camat se-Kota Bengkulu serta sekitar 50 tamu undangan.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat mengatakan, pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, tidak hanya mengandalkan peran aparat keamanan. Menurutnya, lingkungan kelurahan menjadi salah satu bagian penting dalam mendeteksi dan mencegah potensi permasalahan sejak dini.
“Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Aparatur pemerintah, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan tetap aman, rukun dan kondusif,” ujar Kombes Pol Rahmad Hidayat.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas pentingnya meningkatkan komunikasi dan koordinasi yang efektif serta berkesinambungan antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi permasalahan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih awal sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita perlu membangun komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan. Setiap potensi permasalahan di lingkungan masyarakat harus dapat disampaikan dan dikoordinasikan sejak awal, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” kata Rahmad.
Kapolresta menambahkan, penguatan toleransi dan kerukunan di tingkat kelurahan merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan damai. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun ajakan yang dapat memecah persatuan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, memperkuat persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat menimbulkan perpecahan. Sinergitas yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Bengkulu,” tegasnya.
Melalui kegiatan FGD tersebut, seluruh pihak berkomitmen meningkatkan sinergitas dan partisipasi masyarakat dalam mencegah intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme di lingkungan kelurahan. Kegiatan berakhir sekitar pukul 22.30 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman serta kondusif.

Facebook comments