Skip to main content
x
Editorial
Sejumlah pemilik media online Bengkulu dan wartawan mengujungu kejadian pelecehan di Sport Center Bengkulu

Liput Pembangunan Gedung Wartawan Online Bengkulu Dilecehkan

Dutawarta.com - Akhir-akhir ini banyak wartawan media online Bengkulu yang mendapatkan perlakukan tidak baik dari berbagai kalangan. 

Sebelumnya, wartawan media online Tuntasonline.com (AF) juga pernah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari salah satu staf PT Pertamina Bengkulu. Saat itu, wartawan media online Tuntasonline.com tersebut sedang melakukan konfirmasi langsung dari pihak PT Pertamina (Persero) yang berada di jalan Ir Rustandi No 11 Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Terkait langkahnya bahan bakar solar, namun pihak PT Pertamina tersebut tidak bisa memberikan jawaban yang jelas. Menurutnya, hanya media-media yang besar di Bengkulu saja yang boleh mengonfirmasi masalah tersebut ke masyarakat. 

Dengan adanya pernyataan tersebut, sejumlah awak media tidak terima dengan pernyataan dari admin PT Pertamina itu dan ingin segera melaporkan admin tersebut ke pihak yang berwajib. Namun, tidak lama kemudia pihak admin PT Pertamina Pulau Baai itu langsung meminta maaf kepada wartawan yang bersangkutan dan kepada seluruh media online di Bengkulu atas ketidaktahuannya mengenai keberadaan media online Bengkulu.

Belum lama kejadian itu, hari ini, Rabu (08/08/2018) kembali terjadi lagi pelecehan kepada wartawan media online Bengkulu. Awal kejadian, saat itu wartawan media online Intersisinews.com sedang melakukan liputan kegiatan pembangunan gedung bulu tangkis di Sport Center. Namun sayang saat sedang melakukan liputan, kamera dan motor wartawan media online intersisinews.com malah dirampas dengan kepala tukang. Tidak hanya merampas barang, wartawan juga mendapatkan ancaman sehingga wartawan intersisinews.com memilih meninggalkan motor di lokasi kejadian untuk menyelamatkan diri.

Mendapat laporan dari wartawan tersebut, General Manager media online Intersisinews.com langsung terjun ke lokasi untuk memastikan kejadian karena ia juga tidak terima wartawanya diperlakukan seperti itu. 

Tidak hanya GM Intersisinews.com saja yang mendatangi lokasi kejadian, beberapa GM dan wartawan media online dan cetak lainnya juga mendatangi lokasi untuk memperjelas kembali maksut dan tujuan tindakan kepala tukang yang telah melakukan pelecehan terhadap wartawan tersebut.

Hal yang sama disampaikan menurut Divisi Advokasi Bengkulu, Feri Sapran menanggapi kasus pelecehan terhadap wartawan di Bengkulu itu harus serius, menimbang tugas wartawan sebagai  seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur. Itu sudah menjadi tugas pokok wartawan, jika ada kalangan yang melecehkan profesi wartawan maka harus ditindaklanjuti. (J)

Dibaca : 4Klik

Facebook comments