Skip to main content
x
Advertorial
Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Bengkulu Ciptakan Buku Budaya Bengkulu

Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Bengkulu Ciptakan Buku Budaya Bengkulu

Dutawarta.com - Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Bengkulu sukses menciptakan 3 buah buku dengan judul "Adat Pernikahan 8 Suku di Bengkulu", "Tarian 8 Suku Provinsi Bengkulu", dan "Cerita Rakyat".

Adv

Menurut Andre salah satu penulis Buku Cerita Rakyat dari kelas C TBI angkatan 2017, butuh 1 tahun lamanya untuk menciptakan buku ini dari mulai Observasi sampai pada proses editing. Mereka terjun langsung ke lokasi untuk mencari data sebelum dilakukan penulisan buku. Menurut Andre, tujuan diterbitkan buku ini agar masyarakat tidak melupakan sejarah budaya daerahnya sendiri dan juga dapat memperkenalkan budaya daerah Bengkulu ke daerah lain melalui buku ini, demikian Andre saat launching buku, Sabtu (06/02/2021)

M. Arif Rahman Hakim, sebagai perwakilan dari Pusat Studi ASEAN IAIN Bengkulu dan Prodi TBI dalam kata sambutannya sekaligus melounching 3 buku ini mengatakan, sangat mengapresiasi hasil karya mahasiswa TBI ini, karena tidak semua orang bisa menerbitkan buku, apa lagi buku yang berkaitan dengan antalogi kebudayaan. Dan tentu dengan terbitnya buku ini dapat menunjang nilai akreditasi Prodi TBI. Arif berharap karya-karya seperti ini harus mendapatkan perhatian khusus dari lembaga karena kontribusinya sangat besar bagi lembaga, disamping dapat menunjang nilai akreditasi juga mengharumkan nama kampus dimata masyarakat.

“Sangat mengapresiasi karya-karya mahasiswa ini, karena tidak  semua orang dapat menulis buku, apa lagi buku budaya, dank arena saya juga suka sejarah. Dan saya berharap karya ini mendapatkan perhatian khusus dari lembag," terang Arif.

Adv

Kharisna Gamawan selaku Founder Bengkulu Heritage Society yang ikut hadir dalam kegiatan Launching buku antologi ini mengatakan kearifan local yang terkumpul pada trilogy buku kebudayaan Bengkulu masih sangat massif di era sekarang, dimana setiap generasi muda mulai melupakan kearifkan lokalnya. Buku-buku ini adalah jawaban untuk para pecinta, pelestari budaya dan literasi asli Bengkulu.

Reko Serasi, S.S., M.A selaku Dosen Pengampuh mata kuliah Proses & Poetry mengungkapkan Kegiatan ini merupakan akhir dari proses 3 kelas mahsiswa TBI angkatan 2017 lakukan setelah mengikuti kelas Prose & Poetry. Mereka tidak hanya menyelesaikan tugas yang terkait dengan mata kuliah namun juga peran nyata dalam pelestarian budaya Bengkulu serta memberikan kontribusi bagi Program Studi mereka. Kreatifitas dan semangat mereka dalam mengumpulkan dan menginventarisir budaya-budaya tersebut sangatlah luar biasa.

Kegiatan launching Buku Antalogi Kebudayaan Bengkulu ini dilaksanakan di Sari Wangi Resto, Suprapto Bengkulu, yang dihadiri oleh M. Arif Rahman Hakim, sebagai perwakilan dari Pusat Studi ASEAN IAIN Bengkulu dan Prodi TBI, Kharisna Gamawan selaku Founder Bengkulu Heritage Society dan Reko Serasi, S.S., M.A selaku Dosen Pengampuh mata kuliah Proses & Poetry, serta Pamela Putri Kebudayaan Provinsi Bengkulu. (Adv)

Adv

 

Dibaca : 4Klik

Facebook comments