Skip to main content
x
Diskusi Media BUKA FAKTA yang digelar Forum Jurnalis Merdeka bekerja sama dengan MediaTrust.ID di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Mengapa Prabowo Subianto Merekrut Jumhur Hidayat ke dalam Kabinet?

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melantik mantan aktivis sekaligus tokoh buruh, Jumhur Hidayat, sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) di Istana Negara, Jakarta, pada 27 April 2026. Pelantikan tersebut memunculkan rasa ingin tahu publik, mengingat Jumhur sebelumnya dikenal sebagai bagian dari tim sukses Anies Baswedan, rival Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2024.

Dalam pelantikan tersebut turut hadir pengamat politik dan aktivis Syahganda Nainggolan. Ia menjelaskan alasan kehadirannya bersama Rocky Gerung dalam acara tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka dimungkinkan karena diperkenalkan oleh Jumhur sebagai bagian dari keluarga.

Syahganda menuturkan bahwa Jumhur sebelumnya telah meminta izin kepada pihak Istana untuk membawa “keluarga” dalam pelantikan. Permintaan tersebut kemudian disetujui setelah dijelaskan hubungan personal yang dimaksud.

“Ketika ditanya mengenai hubungan kami, dijelaskan bahwa kami memiliki kedekatan layaknya keluarga. Karena itu, kami dapat hadir dalam prosesi tersebut,” ujar Syahganda dalam diskusi Buka Fakta bertajuk “Reshuffle Kabinet: Konsolidasi Kekuasaan atau Optimalisasi Kinerja?” yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Merdeka (FJM) bersama MediaTrust.ID, Kamis, 30 April 2026.

Lebih lanjut, Syahganda menyatakan dukungannya terhadap penunjukan Jumhur dalam Kabinet Merah Putih. Ia meyakini bahwa Jumhur mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pemerintahan maupun bangsa, mengingat rekam jejaknya yang dinilai baik, baik saat menjadi aktivis maupun ketika menjabat sebagai Kepala BNP2TKI pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia juga berharap Presiden Prabowo memberikan ruang bagi Jumhur untuk menyampaikan gagasan dan masukan. Menurutnya, meskipun belum melakukan serah terima jabatan secara resmi, Jumhur telah dilibatkan dalam sejumlah kegiatan pemerintahan, termasuk mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke daerah.

Sementara itu, sebelumnya Rocky Gerung menyampaikan bahwa kehadirannya di Istana merupakan bentuk dukungan pribadi terhadap Jumhur Hidayat. Ia menilai Jumhur sebagai sosok intelektual yang memiliki pemahaman luas, mulai dari bidang ekonomi hingga lingkungan.

“Karena saya mengenalnya dengan baik, saya merasa perlu mendampingi. Itu alasan saya hadir,” ujar Rocky.

Pada kesempatan tersebut, Rocky dan Syahganda juga sempat berinteraksi langsung dengan Presiden Prabowo.

Di sisi lain, pakar ilmu pemerintahan Anton Permana menilai bahwa perdebatan terkait masuknya Jumhur ke dalam Kabinet Merah Putih merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Ia menyebut adanya sikap apriori dari sebagian pihak sebagai bagian dari dinamika politik yang tidak terhindarkan.

“Penunjukan menteri selalu memunculkan pro dan kontra karena merupakan bagian dari kompromi politik dalam sistem koalisi untuk menjaga stabilitas pemerintahan,” ujarnya.

Anton juga menyoroti pentingnya pengelolaan opini publik di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, narasi yang berkembang di ruang publik dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah apabila tidak disikapi secara bijak.

 

Diskusi ini merupakan agenda rutin mingguan Forum Jurnalis Merdeka yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi MediaTrust.ID, Edy Mulyadi, serta dihadiri oleh sejumlah jurnalis, kreator konten, dan pengamat politik.

(***)

Dibaca : 2Klik

Facebook comments