Jelang Indonesia Vs Malaysia Di Asean Cup, Wakapolri Cek Kesiapan Pengamanan
JAKARTA – Menjelang pertandingan Indonesia melawan Malaysia dalam ajang ASEAN Cup 2026, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau Posko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Polri menyiapkan 5.250 personel, lebih dari 6.000 titik CCTV, dan tiga unit drone untuk mendukung pengamanan di wilayah Jakarta dan Bandung. Kekuatan tersebut terdiri atas 3.834 personel di wilayah Polda Metro Jaya dan 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat. Sebanyak 7 SSK ditugaskan di lapangan, sementara 21 SSK disiagakan sebagai cadangan.
Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri mengecek kesiapan komando, komunikasi, penempatan personel, serta langkah menghadapi situasi kontinjensi. Ia menegaskan seluruh pengamanan harus dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Yang paling penting, setiap personel memahami bahwa tugas kita bukan hanya mengamankan pertandingan, tetapi memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat serta pihak yang hadir,” ujar Dedi.
Wakapolri meminta jajaran mengutamakan komunikasi, imbauan, pencegahan, dan tindakan persuasif. Ia juga mengingatkan agar setiap tindakan dilakukan sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.
Dalam situasi kontinjensi di dalam stadion, penggunaan gas air mata dilarang. Wakapolri juga menegaskan pembagian kewenangan antara penyelenggara dan aparat keamanan. Area dalam stadion menjadi tanggung jawab penyelenggara, sedangkan aparat mengamankan area luar sesuai pembagian tugas.
Pengamanan kontingen dilakukan secara melekat. Setiap kontingen didampingi satu Liaison Officer (LO) dari Divhubinter Polri untuk mendukung keamanan akomodasi atlet selama 24 jam. Pola pengamanan juga disesuaikan dengan karakteristik stadion serta potensi gangguan, termasuk unjuk rasa dan ancaman terorisme.
Kaposko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026 Brigjen Pol. Joko Sulistio, S.I.K., M.H. mengatakan, sistem komando memungkinkan pimpinan memperoleh gambaran situasi dan penempatan personel secara cepat sebagai dasar pengambilan keputusan.
Wakapolri meminta setiap pelaksanaan pengamanan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas operasi berikutnya.
“Setiap pertandingan dan event besar harus meninggalkan pengetahuan. Catat apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Operasi Garuda Bhakti 2026 disiapkan untuk mengamankan rangkaian ASEAN Cup 2026, termasuk pertandingan Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama GBK agar berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Facebook comments