Skip to main content
x
Kolang Kaling Rejang Lebong Diekspor ke Tiga Negara

Kolang Kaling Rejang Lebong Diekspor ke Tiga Negara

Dutawarta.com - Koordinator Pasca Panen Direktorat Pengelola Hasil Perkebunan Kementan M Unggul Ametung Rabu (29/3/2022) melepas ekspor 20 ton kolang kaling ke Filipina di halaman kantor Dinas Pertanian Rejang Lebong. Menurutnya, potensi tanaman aren di Rejang Lebong cukup menjanjikan sehingga harus dikembangkan guna meningkatkan produksi dengan perluasan areal tanam, pembagian bibit gratis dan pengadaan industri turunan lainnya.

"Kegiatan ekspor ini guna mendukung program Kementerian Pertanian berupa gerakan tiga kali ekspor atau Gratieks sehingga nantinya bisa meningkatkan devisa negara," ujarnya. 

Ia menjelaskan, tanaman aren sudah menjadi komoditas strategis selain menghasilkan buah yang dinamakan kolang-kaling juga gula aren, kemudian batang pohonnya bisa dimanfaatkan untuk kerajinan termasuk lidi dan serat ijuknya maupun akarnya sebagai bahan kerajinan bernilai tinggi.

Selain Philipina Unggul mengatakan, banyak permintaan dari negara-negara di Timur Tengah untuk komoditas kolang kaling ini. Oleh karena itu ia berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bisa memaksimalkan peluang ini. 

"Jangan sia-siakan, ini ada peluangnya dan disini ada potensinya. Jadi harus dimaksimalkan," harap Unggul.

Sedangkan Jean Sagala dari PT Furnindo Sagala Persada selaku pihak eksportir kolang-kaling asal Kabupaten Rejang Lebong mengatakan,usahanya ini sudah ditekuninya sejak 8 sampai 9 tahun yang lalu dengan barang yang diambil dari Jawa Barat, Banten dan Sumatera Utara. Kemudian sejak 4 tahun terakhir baru mengambil komoditas asli Rejang Lebong.  

"Satu tahun belakangan ini kita telah membuat kesepakatan dengan kelompok petani aren di Rejang Lebong untuk melakukan ekspor langsung ke negara tujuan namun kualitasnya harus terjamin, dan mereka terima sehingga sampai kini bisa kita lakukan. Semoga kedepannya selalu terjaga dan berkembang," ujar Jean.

Ternyata selama ini selain Filipina ia juga sudah pernah mengekspor ke Malaysia dan Singapura, namun terbesar adalah tujuan ke Filipina. Sedangkan sepanjang tahun 2022 ini pihaknya sudah mengekspor hingga 140 ton atau rata-rata 60 ton per bulan. Ekspor ini melalui pelabuhan Pulau Baai tujuan Tanjung Priok lalu ke negara tujuan.

"Sekarang harga jual kolang kaling di tingkat petani menjadi stabil, di mana per kilogram kita hargai Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kg, bukan hanya naik saat menjelang ramadhan," tukasnya.

Sementara itu Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Rejang Lebong Pranoto Majid yang mewakili Bupati Rejang Lebong dalam mengatakan, ekspor kolang-kaling yang dilakukan pengusaha daerah itu akan menjadi pemicu semangat petani setempat guna menekuni usaha pertanian.

"Ini hendaknya dijadikan momen kita untuk mempublikasikan potensinya sehingga masyarakat banyak yang tahu jika ada komoditas yang bisa mendatangkan rejeki dan mendukung kegiatan pemerintah dalam program Gratieks, sehingga sekecil apapun kita sudah bisa membantu negara dari segi devisa," tutupnya. (yon)

Dibaca : 8Klik

Facebook comments