Lapas Bengkulu Hadirkan Penyuluh Agama Dari Kemenag Dalam Upaya Pembinaan Agama Bagi Narapidana
Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menggelar kegiatan penyuluhan agama dengan tema "Pemahaman Al-Qur'an dan Al-Hadist dalam Kehidupan Sehari-hari", yang diselenggarakan bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu. Acara ini dipimpin oleh Ustadz H. Romli Ronan, seorang penceramah yang berpengalaman di bidang keagamaan.
Penyuluhan yang diadakan di ruang serbaguna Lapas Kelas IIA Bengkulu ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist, serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam lingkungan penjara maupun di luar nanti, setelah para peserta bebas.
Ustadz H. Romli Ronan dalam ceramahnya mengingatkan para peserta bahwa Al-Qur'an dan Al-Hadist merupakan dua sumber utama ajaran Islam yang harus dipahami dan diamalkan dengan baik. Ia menjelaskan bahwa meskipun mereka berada dalam lingkup pembinaan, kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT tetap terbuka lebar.
"Al-Qur'an adalah petunjuk hidup yang sempurna, sedangkan Hadist adalah penjelasannya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar, memahami, dan mengamalkan keduanya, agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, di mana pun kita berada," ujar Ustadz Romli dalam penjelasannya.
Kegiatan penyuluhan ini juga mendapat sambutan positif dari para narapidana yang hadir. Mereka mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk mendapatkan ilmu agama yang dapat membimbing mereka dalam menjalani hidup dengan lebih baik dan penuh kesabaran.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Yuniarto, mengungkapkan, "Kegiatan ini adalah bagian dari program pembinaan rohani yang kami adakan secara rutin untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan agama yang lebih mendalam kepada warga binaan. Harapannya, mereka dapat memperoleh hikmah dari ajaran agama dan menjadikan Al-Qur'an serta Hadist sebagai pedoman hidup yang membawa mereka ke arah yang lebih baik."
Melalui penyuluhan agama ini, diharapkan dapat membantu para narapidana untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat untuk melakukan perubahan positif dalam diri mereka, baik selama menjalani masa tahanan maupun setelah kembali ke masyarakat nanti.

Facebook comments