Momentum Maulid Nabi SAW, Karutan Bengkulu Ajak Warga Binaan dan Pegawai Tingkatkan Keimanan dan Silahturahmi
KOTA BENGKULU - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H, senin (9/10), Rumah Tahanan Negara Kelas II B Bengkulu menggelar kegiatan Tablig Akbar bersama Ustadz Muhammad Fadhli di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Rutan, Farizal Antony didampingi sejumlah pejabat struktural, staf pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Bengkulu.
Dalam sambutannya, Farizal menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pegawai dan panitia atas terselenggaranya acara tersebut. Farizal juga berharap, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dapat menjadi momentum dalam meningkatkan iman dan taqwa sekaligus mempererat tali silahturahmi baik sesama pegawai maupun warga binaan. Selain itu, Farizal juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ustadz Muhammad Fadhli yang telah menyempatkan hadir untuk mengisi acara.
"Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh pegawai khususnya kepada panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan acara ini. Kendati seyogyanya kegiatan ini kita laksanakan minggu lalu, namun saya harap tidak mengurangi khidmat kita dalam memperbaiki diri untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Selanjutnya saya ucapkan terima kasih juga kepada Ustadz Muhammad Fadhli yang telah menyempatkan diri untuk dapat hadir memenuhi undangan kami. Tentunya kami berharap Ustadz dapat menyampaikan siraman rohani kepada kami semua sehingga apa yang selama ini menjadi kekurangan dan kekhilafan dapat segera kami perbaiki," ujar Farizal.
Mengisi kegiatan tersebut, Ustadz Muhammad Fadhli menyampaikan siraman rohani sesuai dengan tema peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yakni Meneladani Ahlak Rasulullah SAW di Era Milenial. Dalam tausyahnya Ustadz Fadhli mengingatkan akan pentingnya adab dan akhlak dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Tinggi rendahnya derajat seseorang tidak semata-mata hanya dilihat dari ilmu namun juga dari ahlak dan adab yang dimiliki. Untuk itu Ustadz Fadhli juga berpesan agar kiranya para orang tua sebagai generasi yang hidup diera milenial ini dapat membimbing anak-anaknya agar senantiasa menjaga akhlak maupun adab sebagaiman yang telah dipercontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
"Tidak dapat kita pungkiri, saat ini dalam kehidupan bermasyarakat sudah terjadi kemerosotan akhlak maupun adab yang tentunya memprihatinkan bagi kita. Beberapa waktu lalu kita dihebohkan oleh kasus penganiayaan seorang guru yang dilakukan oleh wali murid karena tidak terima guru tersebut menegur anaknya yang ketahuan merokok. Hingga guru tersebut mengalami cidera di bola matanya akibat di ketapel oleh wali murid tersebut. Coba bapak ibu bandingkan diwaktu kita kecil, jika kita dimarahi guru, tidak ada dari kita yang berani mengadu kepada orang tua, karena pasti bakal tambah kena marah, karena jelas kita yang salah. Rasa hormat anak kepada orang tua juga sudah berkurang. Bisa dikatakan adab dan akhlak diera sekarang sudah semakin diabaikan. Karena itu sudah sepatutnya kita sebagai orang tua kembali mengingatkan dan mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana akhlak dan adab yang baik sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Inilah hikmah dari Maulid Nabi sebenarnya, sebagaimana lantunan Ayat Suci Al-Qur'an Surat Al Ahzab ayat 21 yang telah dibacakan oleh Qori kita tadi, Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah," ujar Ustadz Fadhli.
Usai menyampaikan tausyah, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Fadhli. Grup Musik Rubero Akustik yang personilnya merupakan WBP Rutan Bengkulu turut memeriahkan acara tersebut.
Facebook comments