Skip to main content
x
Jasa Raharja Bengkulu Serahkan Buku Action Plan SWDKLLJ kepada Ditlantas Polda Bengkulu dan Bapenda Provinsi Bengkulu

Jasa Raharja Bengkulu Serahkan Buku Action Plan SWDKLLJ kepada Ditlantas Polda Bengkulu dan Bapenda Provinsi Bengkulu

Bengkulu – Jasa Raharja Kantor Wilayah Bengkulu menyerahkan Buku Action Plan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) kepada Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu, pada Jum'at (19/12/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam pengelolaan dan optimalisasi SWDKLLJ di Provinsi Bengkulu.

Penyerahan buku tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Bengkulu, Ibu Fitri Agustina, S.Kom., MBA., AAIK, kepada Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu, Kombes Pol Deddy Nata, S.I.K., serta Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bengkulu, H. Hadianto, S.E., M.M., M.Si.. Kegiatan berlangsung dalam suasana koordinatif dan penuh komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui penyerahan Buku Action Plan SWDKLLJ ini, Jasa Raharja Kantor Wilayah Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu dan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bengkulu. Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kepatuhan pembayaran SWDKLLJ serta pengelolaan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Sinergi yang terbangun melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan keselamatan lalu lintas di wilayah Bengkulu. Dengan adanya perencanaan yang sistematis dan terintegrasi, pelaksanaan program SWDKLLJ diharapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta memperkuat perlindungan dasar bagi pengguna jalan.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan tata kelola SWDKLLJ yang transparan, terukur, dan berorientasi pada pelayanan publik, sejalan dengan komitmen bersama dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat.