Rutan Bengkulu Genjot Layanan Kesehatan WBP, Klinik Pratama Jadi Garda Terdepan
Bengkulu - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga binaan, khususnya di bidang kesehatan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan fungsi Klinik Pratama Rutan Bengkulu sebagai pusat layanan kesehatan terpadu, Sabtu (18/4).
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi bagi seluruh warga binaan. Oleh karena itu, Klinik Pratama tidak hanya difungsikan sebagai tempat berobat, tetapi juga sebagai sarana edukasi serta pencegahan penyakit. “Kami berupaya memastikan setiap warga binaan memperoleh layanan kesehatan sesuai standar, baik melalui pemeriksaan rutin maupun penanganan kondisi darurat,” ungkap Tomy.
Selain layanan kuratif, Klinik Pratama Rutan Bengkulu juga aktif melaksanakan program promotif dan preventif. Berbagai kegiatan seperti penyuluhan pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit menular, hingga edukasi kesehatan mental rutin diberikan kepada warga binaan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan rutan yang sehat, aman, dan kondusif.
Berdasarkan data internal, sejumlah keluhan kesehatan yang sering dialami warga binaan meliputi infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, serta gangguan pencernaan. Dengan pengelolaan klinik yang semakin optimal, angka keluhan tersebut dapat ditekan. Bahkan, potensi penyebaran penyakit menular dapat diminimalisir melalui deteksi dini dan penanganan yang cepat.
Ke depan, Rutan Bengkulu akan terus mengembangkan layanan kesehatan melalui digitalisasi sistem pencatatan medis, penambahan fasilitas pemeriksaan laboratorium sederhana, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Diharapkan, Klinik Pratama Rutan Bengkulu mampu menjadi layanan kesehatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan.
Facebook comments