Dosen dan Mahasiswa Gelar Pendampingan Pengembangan Bahan Ajar Elektronik Berbasis Permainan Tradisional di SDN 08 Rindu Hati
Bengkulu Tengah – Tim dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan pengembangan bahan ajar elektronik berbasis permainan tradisional untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan civic disposition siswa di SD Negeri 08 Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar elektronik yang inovatif dengan mengintegrasikan permainan tradisional sebagai media pembelajaran. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kemampuan pemecahan masalah sekaligus membentuk karakter dan sikap kewarganegaraan (civic disposition) peserta didik.
Kepala SD Negeri 08 Desa Rindu Hati, Fitri Wahyuni, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan yang diberikan mampu membuka wawasan baru bagi para guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan bermakna.
“Melalui kegiatan ini, guru memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru dalam mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya transformasi pembelajaran digital di tengah perkembangan teknologi, konsep pengembangan bahan ajar elektronik, hingga strategi mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam proses pembelajaran.
Tidak hanya menerima materi, para guru juga mendapatkan pendampingan langsung dalam merancang, menyusun, dan mengembangkan bahan ajar elektronik yang memuat aktivitas pemecahan masalah berbasis situasi nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Pemateri kegiatan, Atika Susanti, M.Pd., menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara positif untuk mendukung pembelajaran yang lebih inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
“Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak. Permainan tradisional dapat menjadi sarana efektif untuk membantu siswa memahami hak dan kewajibannya sekaligus membentuk karakter yang baik,” jelas Atika.
Sementara itu, tim pengabdian menyampaikan bahwa pemanfaatan permainan tradisional dalam bahan ajar elektronik merupakan salah satu upaya pelestarian budaya lokal yang dikombinasikan dengan kebutuhan pembelajaran modern. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, bekerja sama, serta menghargai nilai-nilai budaya yang ada di lingkungan mereka.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mempraktikkan secara langsung proses pengembangan bahan ajar elektronik yang nantinya dapat diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir produk bahan ajar elektronik yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung peningkatan kemampuan pemecahan masalah serta pembentukan karakter dan civic disposition siswa di sekolah dasar.

Facebook comments