Pendampingan Digitalisasi Permainan Tradisional Melalui Website Edukatif Tingkatkan Literasi Budaya dan Kewargaan Guru SD Negeri 08 Desa Rindu Hati
Bengkulu Tengah – Tim dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat Kemitraan (PPM-K) dengan tema “Pendampingan Digitalisasi Permainan Tradisional melalui Website Edukatif Berbasis Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Literasi Budaya dan Kewargaan bagi Guru SD Negeri 08 Desa Rindu Hati Bengkulu Tengah.” Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri 08 Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Program pengabdian tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital melalui pengembangan dan penggunaan website edukatif yang mengangkat permainan tradisional sebagai sumber belajar. Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) diterapkan untuk menghubungkan proses pembelajaran dengan budaya lokal sehingga lebih relevan dengan kehidupan dan pengalaman peserta didik.
Kepala SD Negeri 08 Desa Rindu Hati menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan yang diberikan mampu membuka wawasan guru mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, para guru mendapatkan pendampingan terkait konsep digitalisasi permainan tradisional, pemanfaatan website edukatif sebagai media pembelajaran, serta strategi mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kewargaan dalam proses belajar mengajar di sekolah dasar. Peserta juga memperoleh pelatihan praktik penggunaan website edukatif yang memuat berbagai permainan tradisional lokal lengkap dengan materi pembelajaran pendukung untuk memperkuat literasi budaya dan kewargaan.
Tim pengabdian menjelaskan bahwa digitalisasi permainan tradisional merupakan salah satu upaya strategis dalam melestarikan budaya daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Melalui website edukatif, permainan tradisional tidak hanya terdokumentasi dengan baik, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada generasi muda sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan bermakna.
“Kami ingin membantu guru memanfaatkan teknologi secara positif dengan tetap menjadikan budaya lokal sebagai fondasi pembelajaran. Permainan tradisional yang dikemas dalam website edukatif dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan literasi budaya dan kewargaan peserta didik sekaligus memperkuat identitas budaya mereka,” ujar tim pengabdian.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mempraktikkan penggunaan website edukatif yang telah diperkenalkan. Melalui pendampingan ini, guru diharapkan mampu menerapkan pembelajaran yang responsif terhadap budaya sekaligus memanfaatkan teknologi secara efektif guna meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung transformasi pendidikan yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi tanpa mengesampingkan pelestarian budaya lokal. Ke depan, website edukatif berbasis permainan tradisional diharapkan dapat menjadi media pembelajaran berkelanjutan yang mampu meningkatkan literasi budaya dan kewargaan peserta didik sekolah dasar.

Facebook comments