Skip to main content
x
Nasional
Sambutan Presiden RI Jokowi

Presiden Jokowi Paparkan Alasan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Timur

Dutawarta.com - Mengelola negara sebesar Indonesia bukanlah perkara gampang. Keragaman yang dimilikinya membuat setiap daerah juga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Saat menghadiri acara peringatan hari ulang tahun ke-50 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Presiden Joko Widodo memaparkan hal tersebut. Ia juga menjelasakan alasanya membangun infrastruktur di luar jawa.

"Kenapa kit ahrus bangun di Papua, Maluku Utara, NTT, kenapa kita harus bangun di Indonesia bagian Timur? Ya kita ini bernegara, bukan berbisnis, bukan berekonomi saja," katanya di Grand Ballroom, Ritz Carlton Hotel Jakarta, Senin (24/09/2028).

Meskipun jika dilihat dari hitung-hitung ekonomi dan politik lebih menguntungkan jika membnagun di Jawa, kepala negara menjelaskan bahwa indonesia bukan jawa saja.

"Indoensia memiliki 17 ribu pulau. saya lihat ketimpangan infrastruktur barat, tengah, timur, betul-betul sangat mencolok dan jurangnya sangat lebih sekali," ujarnya.

Presiden menuturkan, tanpa infrastruktur yang baik maka indonesia akan kesulitan untuk bisa bersaing dengan negara lain. Dalam paparanya, presiden menunjukkan infrastruktur jalan di Papua sebagai contoh.

"Bagaimana negara ini bisa bersaing, mempunyai competitiveness index yang baik, mempunyai daya saing yang baik kalau infrastruktur jalan seperti itu? enggak akan mungkin," ucapnya.

Dalam situasi ekonomi global yang tidak menentu akibat perang dagang, serta krisis di Argentina dan Turki, presiden mengatakan bahwa hal yang harus dilakukan adalah konsolidasi dan koordinasi yang kuat antara moneter, fiskal dan dunia usaha. Menurutnya, jika ketiga sektor tersebut sudah solid maka akan mudah membangun kepercayaan publik, pasar hingga kepercayaan dunia internasional.

"Negara ini sekarang memerlukan itu, kalau membangun trust dan market confidence agar dunia internasional juga pasar dalam negeri percaya bahwa kita memiliki sebuah keseriusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di negara ini," tuturnya.

Sikapi Tujuan Pembnaguan dengan Etos Kerja Tinggi

Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo juga mengatakan bahwa arah dan tujuan pembangunan Indoensia yang sudah tampak jelas harus disikapo dengan sebuah jalan, daya juang, etos kerja yang tinggi, Bahkan, menurutnya kita perlu mengubah total mentalitas bangsa.

"Mentalitas yang berani berkompetensi, mentalitas yang berani bersaing, jangan senang diproteksi, jangan senang dilindungi," kata Presiden.

Oleh sebab itu, presiden menuturkan, nilai-nilai baru harus dimunculkan. Nilai-nilai baru ini hanya dalam pikiran, tidak hanya dalam rencana, tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi betul-betu; nilai-nilai yang bisa dioperasikan di lapangan.

"Ini yang kita kurang. Ini yang harus kita perbaiki dan benahi. Ya memang kadnag-kadang kita harus sakit dulu, pahit dulu. Jangan suka yang instan, jangan suka yang cepat-cepat, akrena enggak ada sekarang yang instan itu. Apalagi negara sebesar ini, semua pasti asa prosesnya," tuturnya.

Sebagai sebuah bangsa besar yang sangat beragam, menurut presiden, aset terbesar bangsa indoensia adalah persatuan, kerukunan dan persaudaraan, Ia pun mengajak semua pihak untuk arus menjaga hal tersebut karena hanya dengan bersatu bangsa indoensia bisa melompat.

"Bukan kita ini hal kecil-kecil diributin, diraneub sehingga strategi besar negara ini kita lupakan, strategi besar ekonomi negara ini kita lalaikan, strategi besar bisnis negara ini kita lupakan," ujarnya. (Rls)

Dibaca : 6Klik

Facebook comments