Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Bengkulu Capai 24 Ribu Orang
Dutawarta.com - Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam sambutannya yang disampaikan Kepala BNNP Bengkulu Brigjen Pol Drs Agus Riansyah mengatakan, angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Bengkulu mencapai 1,68 persen atau sekitar 24,118 orang.
Prevalensi adalah bagian dari studi epidemiologi yang membawa pengertian jumlah orang dalam populasi yang mengalami penyakit, gangguan atau kondisi tertentu pada suatu tempoh waktu dihubungkan dengan besar populasi dari mana kasus itu berasal.
Sedangkan untuk peringkat nasional, Provinsi Bengkulu menduduki peringkat 21 dari 33 provinsi sebagai provinsi rawan penyalahgunaan Narkoba, demikian diungkapkan Brigjen Pol Drs Agus Riansyah dalam Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba, di Hotel Medeline Hotel, Kota Bengkulu, Selasa (9/4/2019).
“Berbagai upaya telah dilakukan BNN, diantaranya membentuk sistem pencegahan di lingkungan pendidikan. BNN telah menyusun materi P4GN dan mendorong kementerian pendidikan untuk menjadikannya sebagai salah satu kurikulum pendidikan. Upaya tersebut diperkuat dengan munculnya Inpres nomor 6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN,” terang Agus Riansyah.
Dijelaskan Agus Riansyah, pendidikan merupakan mitra strategis dalam upaya P4GN. Karena dunia pendidikan sudah tersistem dan terorganisir dengan baik. Pihaknya menghimbau masyarakat dan pihak terkait untuk selalu waspada dan berperan serta terhadap perkembangan narkotika di lingkungan sekitarnya.
“Di Kabupaten Rejang Lebong sudah mulai ada ganja yang ditanam. Untuk itu, melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini, saya ajak masyarakat untuk terus waspada terhadap peredaran gelap narkoba yang dapat merusak dan menghancurkan para pemuda yang merupakanpenerus bangsa,” jelas Agus Riansyah.
Bimbingan teknis ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi penggiat anti narkoba untuk meningkatkan sinergitas upaya P4GN di Indonesia. Disamping itu, BNN juga mengajak seluruh pemangku kebijakan di Lingkungan Pendidikan untuk menumbuhkan komitmen dalam meningkatkan upaya P4GN di Lingkungan Pendidikan.
Diketahui, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan dihadiri 40 peserta terdiri dari perwakilan Rektor perguruan Tinggi Provinsi Bengkulu, Perwakilan Sekolah dan Guru yang ada di Bengkulu, serta perwakilan ketua BEM Perguruan Tinggi Provinsi Bengkulu. (BT)
Facebook comments