Rutan Bengkulu Perkuat Pembinaan Spiritual WBP Nasrani, Bekal Kembali ke Masyarakat
BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen memberikan pembinaan kepribadian yang menyentuh aspek mental dan spiritual warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kerohanian bagi WBP beragama Nasrani yang dilaksanakan pada Sabtu (8/8).
Kegiatan pembinaan kerohanian berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Warga binaan umat Nasrani mengikuti rangkaian kegiatan ibadah bersama, doa, pembacaan firman Tuhan, serta penyampaian pesan-pesan rohani yang memberikan penguatan iman dan motivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan ruang untuk melakukan refleksi diri serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. Pembinaan kerohanian juga diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, menumbuhkan sikap optimis, serta mendorong warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama berada di Rutan Bengkulu.
Petugas pembinaan turut mendampingi jalannya kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan lancar. Selain menjadi sarana peningkatan keimanan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan sikap saling menghormati antarwarga binaan.
Petugas pembinaan Rutan Bengkulu menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada perubahan perilaku, tetapi juga pada pembentukan mental dan karakter agar warga binaan memiliki bekal yang lebih baik ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
“Melalui pembinaan kerohanian ini, kami berharap warga binaan dapat memperoleh ketenangan, semakin memperkuat iman, dan memiliki motivasi untuk terus memperbaiki diri. Nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar petugas pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, menegaskan bahwa Rutan Bengkulu berkomitmen memberikan kesempatan kepada seluruh warga binaan untuk menjalankan ibadah dan mendapatkan pembinaan keagamaan sesuai dengan agama dan keyakinannya.
“Pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membangun karakter warga binaan. Kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan pembinaan yang humanis, termasuk dalam aspek spiritual. Dengan iman yang semakin kuat, diharapkan mereka mampu memiliki kesadaran untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Tomy.
Ia menambahkan, pembinaan keagamaan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat. Dengan mental yang lebih baik, keimanan yang kuat, serta karakter yang positif, warga binaan diharapkan mampu menjalani kehidupan setelah masa pidana dengan penuh tanggung jawab.
Rutan Bengkulu akan terus mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan pembinaan kepribadian secara berkelanjutan. Melalui pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya aspek keamanan dan ketertiban yang menjadi perhatian, tetapi juga penguatan mental, spiritual, dan karakter warga binaan sebagai bagian dari proses menuju reintegrasi sosial.

Facebook comments