Lapas Bengkulu Gelar Sidang TPP, Putuskan Sanksi untuk Narapidana yang Langgar Tata Tertib
Bengkulu – Kasi Binadik Lapas Bengkulu Fahrennisa, memimpin sidang TPP yang berlangsung pada Rabu siang di Aula Lantai 2 Gedung Bimbingan Kerja Lapas Kelas IIA Bengkulu. Sidang yang dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural dan petugas Lapas ini bertujuan untuk memutuskan hukuman disiplin bagi narapidana yang telah terbukti melanggar aturan selama menjalani masa tahanan.
Dalam sidang tersebut, Fahrennisa memimpin secara tegas dan bijaksana, mendengarkan setiap laporan dari petugas Lapas mengenai pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh sejumlah narapidana. Fahrennisa menyampaikan bahwa tujuan utama dari sidang ini bukan hanya untuk memberikan sanksi, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap narapidana mendapatkan pembinaan yang efektif agar mereka dapat lebih baik dalam menjalani masa tahanan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
"Pelanggaran disiplin harus ditindak tegas, namun kami juga memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin berubah. Setiap keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan yang matang dan sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Fahrennisa.
Hukuman disiplin yang dijatuhkan kepada narapidana yang terbukti bersalah bervariasi, mulai dari pemindahan ke sel isolasi, pembatasan hak-hak tertentu, hingga pencabutan fasilitas tertentu yang semula diberikan kepada narapidana. Fahrennisa menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi seluruh penghuni Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Yuniarto, menegaskan bahwa proses pembinaan di dalam Lapas tidak hanya fokus pada hukuman, namun juga pada upaya pemulihan dan perbaikan karakter narapidana agar bisa kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik. "Kami berharap setiap keputusan yang diambil dalam sidang TPP ini dapat memberikan efek jera dan mendorong narapidana untuk lebih disiplin dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Yuniarto.
Hasil sidang TPP ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi narapidana lainnya untuk lebih disiplin dalam menjalani kehidupan di dalam Lapas.

Facebook comments